Wednesday, December 31, 2008

Alasan dan pertimbangan mengapa harus memulai bisnis online di tahun 2009

Beberapa hari lagi tahun 2009 akan tiba. Di tahun baru nanti, saya yakin Anda berharap semuanya lebih baik dari yang Anda alami sekarang. Bukan cuma yang berkaitan dengan keadaan keuangan keluarga, tapi bagaimana merasakan hidup yang lebih bahagia. Mampu membuat keluarga Anda selalu ceria setiap hari, mampu tersenyum gembira. Untuk mewujudkannya, kondisi ekonomi keluarga yang mantap tentu menjadi pondasinya.

Tapi tentu tidak mudah. Apalagi di saat ekonomi yang penuh masalah akibat ditimpa krisis ekonomi global seperti sekarang. Saat banyak perusahaan bangkrut, saat banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), saat kebutuhan hidup terus meningkat sedangkan penghasilan masih jalan di tempat.

Kalau itu yang Anda semua rasakan, INTERNET bisa menjadi jalan ampuh yang bisa mengubah hidup Anda. Memang internet bukan cara instan untuk kaya, tapi kalau Anda melakukannya dengan penuh kesungguhan, saya percaya hasilnya perlahan akan mendekati harapan Anda. Menjadi kaya memang butuh proses dan ada caranya. Seperti yang ditulis oleh Elsa Sakina yang menguraikan 7 rahasia orang kaya menurut Robert Allen.

Lalu, mungkin Anda bertanya kenapa harus mulai bisnis online tahun 2009? Silakan lanjutkan membaca untuk mendapatkan jawabannya.

Tahun 2009 adalah masa krusial bagi negeri kita, terutama di bidang politik. Ada pemilihan umum dan pemilihan presiden. Sedikit banyak kondisi politik akan mempengaruhi ekonomi. Kita semua tentu berharap hajatan politik itu berjalan lancar agar tidak memperburuk keadaan ekonomi yang belum stabil.

Tapi yang lebih penting lagi, yang pasti pengguna internet akan terus tumbuh. Statistik mencatat di seluruh dunia sekarang ada 1,5 milyar orang yang menggunakan internet. Jumlah tersebut 21,9 persen dari populasi dunia. Dan meningkat 305% dari tahun 2000-2008. Peluang emas ini sangat sayang kalau dilewatkan. Dengan tidak memulai bisnis online dari sekarang, Anda hanya akan menjadi konsumen saja. Tidak ikut berperan sebagai pemain dalam bisnis online yang semakin semarak.

Apa lagi alasannya?

1. Mudah dan murah
Semakin lama bisnis online semakin mudah dan murah untuk dilakukan. Berbagai keistimewaan ini memang bisa menjadi pedang bermata dua. Bila kita terlalu terbuai dengan kemudahan dan biayanya yang murah, bahayanya membuat kita tidak serius. Sebaliknya, jika sikap main-main itu bisa dihilangkan, bukan mustahil bisnis online Anda berhasil.
Mudah sekali membuat website sekarang. Tidak harus paham HTML atau PHP. Banyak pembuat website otomatis seperti Yahoo’s Site Builder. Di beberapa web hosting lainnya, biasanya juga dilengkapi fasilitas semacam ini.
Biayanya juga tidak sebesar memulai bisnis offline. Kalau bisnis offline bisa mencapai puluhan juta, bisnis online dengan uang ratusan ribu saja sudah bisa mulai. Biaya operasionalnya pun sangat rendah.
2. Banyak pilihan bisnis
Banyak pilihan bisnis online yang bisa Anda jalankan. Saya yakin bahkan pilihannya sebanyak bisnis offline. Yang disebut bisnis online bukan saja bisnis berjualan ebook. Sebut saja yang umum dipraktekkan seperti web hosting website, membuat blog, copywriting service, graphic design service. Di luar itu, misalnya toko online seperti tokomarwa.com. Yang lebih penting lagi, membuat website yang diurus dengan benar bisa memperkokoh dan menguatkan brand bisnis offline Anda.
3. Konsumen suka berbelanja online
Masyarakat mulai lebih suka belanja lewat online. Karena lebih mudah, lebih murah, dan lebih praktis. Itu sebabnya kenapa banyak penjualan di bisnis offline turun, bisnis online justru naik. Di Amerika Serikat (AS) yang menjadi awal terjadinya krisis ekonomi, penjualan lewat online justru naik. Menurut Departemen Perdagangan AS, penjualan retail online kuartal kedua 2008 naik 9,5 persen dibanding kuartal yang sama tahun 2007. Nilai transaksinya bernilai 34,6 milyar dollar AS.

Nah, itu tadi alasan dan pertimbangannya. Saya harap Anda tidak menunda lagi untuk memulai bisnis online. Pastikan membangun bisnis online masuk agenda anda di tahun 2009. Karena bisnis online akan terus tumbuh dan menjadi penggerak utama masa depan dunia.

Jadi, apa Anda masih punya alasan untuk tidak memulai bisnis online?

*www.siswonugroho.com

Read More......

Tuesday, December 30, 2008

Kondisi ekonomi bermasalah? Waktu tepat untuk mulai Bisnis

Kembali saya bahas mengenai kondisi ekonomi yang tidak kondusif saat ini. Beberapa kali saya kemukakan kalau dengan internet, kondisi ekonomi yang tidak bagus bukan masalah. Seperti yang bisa Anda baca di sini, di sini, dan di sini.

Sebetulnya bukan bisnis online saja yang sangat tepat waktunya untuk Anda mulai sekarang, tapi bisnis offline pun juga. Artinya, ketika krisis justru saat terbaik untuk mulai bisnis APAPUN!

Anda pasti tanya kenapa? Jawabannya bisa Anda dapatkan nanti.

Yang ingin saya kemukakan dulu kalau kondisi krisis itu sangat biasa dalam bisnis. Bila diperhatikan, kondisi ekonomi drop ini biasa terjadi 10-15 tahun sekali. Ini memang siklus ekonomi. Kalau sekarang krisis, pasti nanti situasinya akan membaik. Sebaliknya kalau sudah dalam kondisi puncak, pasti ada saatnya akan turun.

Nah, kalau Anda belum yakin kenapa harus mulai bisnis sekarang, saya punya beberapa alasan kuat untuk anjuran saya tadi. Alasannya simak di bawah ini ya.

Banyak keuntungan yang akan Anda dapatkan kalau mulai bisnis dari sekarang. Apa saja?

1. Pesaing sedikit. Kebanyakan orang akan lebih suka menunda mulai berbisnis saat kondisi ekonomi buruk. Tapi kalau Anda berani melakukannya, Anda akan yang pertama masuk pasar dibanding pebisnis yang takut mulai tadi. Dan berpeluang lebih besar untuk menguasai pasar. Saat bisnis sejenis sedang “tiarap”, Anda sedang dalam kondisi on fire untuk berbisnis. Saya yakin bisnis Anda lebih berpeluang untuk sukses.
2. Membangun pondasi bisnis lebih awal. Memang ketika pertumbuhan ekonomi melambat, artinya situasi pasar juga akan melambat. Prospek bisnis Anda untuk berkembang juga melambat. Tapi tidak usah khawatir, kondisi semacam ini bisa Anda gunakan untuk memantapkan pondasi bisnis Anda. Dan ketika situasi ekonomi membaik, bisnis Anda sudah siap langsung tancap gas.
3. Banyak pegawai berbakat nganggur. Dalam kondisi krisis, banyak karyawan di-PHK. Ini kesempatan Anda untuk merekrut pekerja-pekerja berbakat yang sedang menganggur itu. Saya yakin Anda tidak akan kesulitan untuk menemukannya. Dan upaya untuk merekrutnya akan lebih mudah. Tidak perlu biaya yang terlalu besar. Seperti yang terjadi di Microsoft. Saya dengar, Microsoft memberhentikan sejumlah karyawannya. Dan mereka langsung ditampung oleh perusahaan-perusahaan di China.
Anda masih mau menunda membangun bisnis sekarang? Saya harap tidak ya. Sekarang kesempatan terbaik bagi Anda untuk berbisnis. Seperti saya katakan tadi, ketika grafik kondisi ekonomi sedang di bawah, pasti nantinya akan naik lagi. Maka sekarang kesempatan terbaik Anda untuk mulai bisnis. Ya, saya ulangi: sekarang kesempatan terbaik untuk mulai bisnis!

Pesan saya:

Sambut dengan senyuman ketika kondisi krisis datang. Karena itu waktu terbaik bagi Anda untuk memulai bisnis.


Oke, jangan tunda lagi. Segera mulai bisnis Anda sekarang dan bersiaplah menjadi pemimpin pasar saat ekonomi membaik.

Salam hebad!

*www.siswonugroho.com

Read More......

Sunday, August 31, 2008

Pola Dasar Kewiraswastaan

Sosok kewiraswastaan yang ideal, menuntut nilai-nilai kearah kualitas manusia yang semapan mungkin. Kaitannya dengan dunia politik, mungkin selaras dengan dambaan hadirnya Manusia Indonesia Seutuhnya. Maka, dapat dimengerti kalau dinyatakan bahwa ilmu kewiraswastaan adalah ilmu tentang penghidupan. Ilmu yang akan membukakan pengertian tentang bagaimana seyogyanya manusia meniti penghidupannya dan nilai-nilai apa yang diperlukan untuk dapat mencapai cita-cita hidup hakiki.

Manusia tidak ubahnya sebuah mobil. Mesinnya boleh seperkasa dan setangguh apapun, bodinya juga harus sekuat dan semulus mungkin. Tapi di atas itu semua, mobil harus mempunyai kemudi, dan kemudi itu harus baik, kuat serta mudah untuk dikendalikan. Bila tidak, makin kuat bodinya, makin hebat tenaga mesinnya, makin cepat juga ia akan menimbulkan celaka kepada siapa saja.

Begitupun manusia. Untuk membina manusia menjadi mahluk yang berguna, tidak cukup hanya memberikan kecerdasan, keterampilan atau kepiawaian teknis saja. Prioritas mendasar adalah dengan membangun sikap mental yang baik terlebih dahulu. Sebab, seperti pepatah mengatakan, ilmu tanpa sikap mental menghasilkan kezaliman, sedangkan sikap mental tanpa ilmu adalah kelemahan. Dua aspek ini harus hadir saling isi mengisi, karena jika terjadi absen pada salah satunya, maka akan berdampak buruk.

Struktur prioritas kewiraswastaan terdiri dari 4 (empat) lapisan. Lapisan terdalam merupakan inti (core), sedangkan 3 lapisan berikutnya merupakan pendukung yang ideal untuk mencapai kesempurnaan prestasi. Struktur ini berlaku universal, tidak hanya bagi mereka yang berkarir dijalur wiraswasta. Para pejabat, karyawan, buruh, kaum profesional dan siapa pun seyogyanya memiliki pola dasar ini.

Struktur nilai kewiraswastaan dimaksud terdiri dari elemen-elemen :

1). Sikap Mental (attitude).

2). Kepemimpinan/kepeloporan (leadership).

3). Ketatalaksanaan (management).

4). Ketrampilan (skill)..

Oleh Rusman Hakim

Read More......

Monday, July 28, 2008

DRES Workshop – Real Estate Basic

BELI PROPERTI TANPA DUIT dan DAPAT CASHBACK BUAT BISNIS

1. APA REAL ESTATE ITU

2. KENAPA HARUS BERINVESTASI DI REAL ESTATE

3. ASPEK LEGAL, ARSITEKTUR dan MARKETING

4. ASPEK FINANCIAL

5. MENGAJUKAN KREDIT YANG PASTI DISETUJUI BANK

6. BELI PROPERTI TANPA DUIT dan DAPAT CASHBACK BUAT BISNIS

7. PUNYA SAPI PERAH BERNAMA PROPERTI

8. SINERGI BISNIS dan PROPERTI

9. Bonus : KAYA RAYA ala ROBERT T. KIYOSAKI

10.Bonus : MENJADI REAL ESTATE DEVELOPER MODAL NOL



Fasilitator :
DIDIK EKO TJAHJONO

Praktisi Bisnis dan Professional sebagai REAL ESTATE DEVELOPER, ARCHITECT, CONTRACTOR & INVESTOR lebih dari 12 tahun.

Portofolio Investasi 2008 : 8 Perumahan, 1 Kompleks Ruko, 4 Futsal Sportainment Center, 2 Budget Hotel dan 2 Bookstore, sejak 2004 dalam waktu 4 tahun terakhir dari MODAL NOL.



Waktu dan Tempat :
[SURABAYA] 18-19 Oktober 2008 >>> Hotel Mercure

[BALI] 22-23 Oktober 2008 >>> Mercure Resort Sanur

[MAKASSAR] 25-26 Oktober 2008 >>> Royal Regency Hotel

[JAKARTA] 29-30 Oktober 2008 >>> Hotel Ibis Tamarin

[JOGJA] 1-2 November 2008 >>> Grand Mercure Hotel



Investasi hari ini :
Rp. 2,500.000,- per peserta

Paket Ekonomis 4 orang Rp. 10.000.000,- FREE peserta ke-5.
Special Price Mahasiswa = Rp. 2.000.000,- per peserta
Early Bird Discount : 10% OFF lunas H-30


Fasilitas :
1. Free Coaching 3 bulan
2. Free Class Evaluation Rendevouz
3. Free DRES Investor Software
4. Free DRES Web Membership
5. Free DRES Buletin Membership
(termasuk 2x Coffee Break, 1x Lunch, Modul Seminar, dan Sertifikat)


Garansi :
101 % PASTI BERHASIL
102 % PASTI PUNYA PROPERTI GRATIS
103 % MONEY BACK GUARANTEE
apabila setelah MENGIKUTI WORKSHOP ini dan anda SUDAH MEMPRAKTEKKAN materi yang diajarkan namun TETAP TIDAK BISA "BELI PROPERTI TANPA DUIT dan DAPAT CASHBACK BUAT BISNIS"


Informasi dan Pendaftaran :
arifrh_82@yahoo.com


Testimoni :
1. Debora Sirait – Karyawan - Jakarta

saya baru mendapatkan sebuah rumah kost di Depok, TANPA DUIT – TANPA DP & justru dapat CASHBACK 200 juta yang sekarang saya gunakan untuk mem-BUKA USAHA Kios Pulsa. Memang DAHSYAT.

2. Donny Tri Wahyu Prasetyo – Mahasiswa – Blitar

awalnya tidak punya penghasilan tapi dengan TRIK JITU yang diajarkan sekarang sudah BELI 2 RUMAH TANPA DUIT & DAPAT CASHBACK 120 juta, saya mengajukan lagi 2 KPR lebih besar yang akan saya jadikan APOTEK.

3. Sonny Dwi Nugraha – Pialang Saham – Surabaya
ilmunya sangat PRAKTIS dan POWERFUL, saya sekarang mempersiapkan deal property saya yang kedua.

4. Ronny – Pengusaha Fotokopi – Wates
saya telah bisa membuka toko fotokopi saya yang kedua dan segera memproses yang ketiga, dulu tidak terpikir kalau hanya berbisnis fotokopi saja bisa punya ruko seperti saat ini.

5. Zaitun – Pengusaha Bakso – Kediri
dapat CASHBACK 60 juta waktu beli rumah yang selanjutnya saya gunakan sebagai depot bakso sekarang produksi saya menjadi 50 Kg dan saya segera beli rumah kedua dan buka cabang.

6. Bambang – Petani – Pare
pada mulanya saya tidak percaya kalo property itu bisa dibeli tanpa uang, namun setelah saya bisa membeli ruko 2 unit baru saya percaya bahwa itu bukan hal yang mustahil.

7. Ida – Pemilik Salon – Bali
selesai ikut pelatihan DRES saya langsung ACTION & dapat BEST DEAL berupa rumah kost 21 kamar dengan CASHBACK 160 juta, 3 bulan kemudian sesuai ilmu Pak DIDIK saya FLIP dapat tambahan keuntungan 35 juta. Sekarang saya sedang menawar sebuah hotel 50 kamar seharga 5 M dengan cara yang sama.

Read More......

Friday, June 27, 2008

Sarjana Bermental Wirausaha.

PROBLEM menganggur bagi sarjana masih menjadi momok. Mereka akan berbondong-bondong untuk memburu kesempatan kerja ketika lowongan pekerjaan dibuka. Padahal, kesempatan kerja menjadi pegawai, baik di swasta maupun pegawai negeri sipil (PNS), tentu sangat terbatas. Seringkali sangat tidak seimbang antara jumlah peminat dengan kapasitas daya tampung. Pengumuan penerimaan calon PNS tiap tahun selalu dibanjiri para pemburu kerja, terutama para sarjana.

Masalah selalu berulang; ketika akan kuliah sudah berhadapan dengan kompetisi meraih tiket kursi kuliah di perguruan tinggi (PT). Dengan berkesempatan mengenyam kuliah di PT yang diidamkan, akan lebih mudah memperoleh pekerjaan, tanpa bersusah payah berkompetisi. Tetapi saat atribut sarjana sudah didapat, ternyata mereka dibelit dengan persoalan lapangan kerja. Akhirnya sarjana hanya menjadi bagian dari antrean beban angkatan tenaga yang bertambah setiap tahunnya.

Menurut data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) 2006, jumlah pengangguran terbuka mencapai 11,104,693 orang. Pengangguran yang tidak lulus atau lulus sekolah dasar (SD) mencapai 3,524,884 orang. Lulusan sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 2,860,006 orang; lulusan sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 4,047,016 orang. Lulusan akademi/diploma sebanyak 297,185 orang, dan jumlah sarjana yang masih menganggur berjumlah 375,601 orang.

Menurut Koordinator Tim Peneliti Prospek Perekonomian Indonesia 2007 Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, M Tri Sambodo, angka pengangguran baru pada 2007 akan bertambah 1,6 juta orang, yang tentu di dalamnya termasuk lulusan PT.

Tingginya tingkat pengangguran yang dialami oleh para lulusan PT menandakan bahwa para sarjana masih menjadi problem dan penambah beban berat angkatan kerja. Problem itu hendaknya menjadi perhatian semua pihak, baik oleh PT maupun alumnus, dan semua pihak yang memiliki kepentingan bagi masa depan anak bangsa dalam rangka ikut mengatasi angka pengangguran, terutama pengangguran terdidik.

Para sarjana yang terjun ke masyarakat lebih memilih mencari pekerjaan dengan menjadi pegawai swasta atau negeri daripada bersusah payah membuat pekerjaan untuk dirinya sendiri.

Orientasi tak mau bersusah payah dan meraih kesuksesan secara instan telah menjangkiti angkatan kerja usia produktif. Dampak dari perkembangan dan kemajuan teknologi yang membuat manusia mudah untuk memperoleh kebutuhan, ternyata berdampak kepada rendahnya mental untuk berusaha dan bersusah payah ketika problem kehidupan mereka alami.

Karena itu, perlu ada satu kesadaran kolektif dalam upaya mengatasi problem ketenagakerjaan, terutama para sarjana sebagai tenaga kerja terdidik.

Karakter Wirausahawan

Salah satu upaya untuk mengatasi dan mencegah pengangguran bagi kalangan terdidik, terutama para sarjana, adalah perlu secara serius mempersiapkan generasi sarjana enterpreneur (wirausahawan).

Menurut Ir Ciputra, pendiri Universitas Ciputra, bangsa Indonesia perlu melakukan lompatan kuantum untuk menanggulangi masalah pengangguran dan kemiskinan dengan menerapkan pendidikan kewirausahaan.

Dengan demikian akan tercipta generasi sarjana pencipta kerja, bukan pencari kerja, sehingga potensi kekayaan alam yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk mencapai kemakmuran bangsa.

Pendidikan kewirausahaan bukan semata-mata untuk kepentingan dunia bisnis, melainkan setiap lapangan pekerjaan yang memiliki semangat, pola pikir, dan karakter enterpreneur akan membuat perbedaan, perubahan, dan pertumbuhan positif dalam profesi dan pekerjaan mereka di luar bidang dunia bisnis. Jiwa enterpreneur akan memiliki daya kreatif dan inovatif, mencari peluang dan berani mengambl risiko.

Pendidikan enterpreneur akan memberikan karakter para sarjana memiliki mental dan moral yang kuat, jiwa kemandirian, dan sikap ulet (tahan banting), pengetahuan dan ketrampilan yang memadai, serta mampu mengahadapi persaingan global.

Dengan sikap kreatif, mandiri, ulet, dan didukung dengan karakter yang baik, maka para sarjana akan mampu mengatasi problem dirinya sendiri. Bahkan bisa memberikan kontribusi dalam ikut memecahkan problem kehidupan yang dihadapai oleh masyarakat.

Menurut Ciputra, dengan mengutip ahli sosiologi David McCelland (Kompas, 24/10), suatu negara bisa menjadi makmur bila memiliki sedikitnya dua persen enterpreneur dari jumlah penduduk tersebut. Dari data statistik, saat ini di Indonesia baru memiliki 0,18 % enterpreneur atau sekitar 400,000 dari penduduk Indonesia yang berjumlah kurang lebih 220 juta jiwa.

Dalam lingkup yang berbeda, Dr Fadel Muhammad, Gubernur Gorontalo, yang belum lama ini mempertahankan disertasinya tentang "Signifikansi Peran Manajemen Kewirausahaan terhadap Kinerja Pemerintah Daerah" di Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada Yogyakarta dengan memperoleh predikat cumlaude, menyatakan bahwa manajemen kewirausahaan sangat signifikan menentukan kinerja pemerintah daerah (Suara Merdeka, 28/10).

Dalam paradigma sistem kewirausahaan, pemerintah diajak untuk tidak mengutamakan sistem dan prosedur, tetapi lebih beroreintasi kepada kinerja dan hasil kerja dengan mengutamakan jiwa dan semangat enterpreneurship.

Seorang pemimpin daerah juga harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sehingga prestasinya bisa dinikmati oleh masyarakat.

Agaknya, jiwa kewirausahaan sudah harus menjadi bagian dari desain utama (grand design) dalam kurikulum pendidikan di PT. Melihat timpangnya antara kesempatan kerja dengan jumlah angkatan kerja yang membengkak tiap tahun, perlu upaya serius dari dunia pendidikan, terutama PT, untuk ikut membekali para mahasiswanya dengan pendidikan kewirausahaan.

Jika para sarjana memiliki sikap dan mental kemandirian yang ditumbuhkan melalui pendidikan kewirausahaan, maka tidak canggung lagi setelah terjun di masyarakat. Seandarinya satu orang sarjana bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk satu orang saja, maka paling tidak problem pengangguran dapat berkurang dua orang.

Ribuan sarjana yang menciptakan lapangan pekerjaan masing-masing sebanyak satu orang, maka dua kali lipat dari ribuan tersebut, beban pengangguran akan teratasi.

Angkatan kerja dengan tingkat pendidikan sarjana seharusnya sudah tidak lagi menjadi problem ketenagakerjaan di Indonesia. Sebab, dengan tingkat pendidikan yang memadai seharusnya sarjana menjadi kontributor untuk memecahakan problem ketenagakerjaan. Paling tidak, para sarjana tidak semata-mata berorientasi untuk menjadi pegawai, terutama PNS, karena menjalani pekerjaan terhormat tidak hanya menjadi pegawai dan atau PNS.

Sumber : www.yukbisnis.com

Read More......

Friday, June 20, 2008

Bob Sadino

Sosok berambut putih, bercelana pendek, dan kadang mengisap rokok dari cangklongnya ini begitu mudah dikenali. Gaya bicaranya blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Ia adalah Bob Sadino, pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya. Beberapa kali wajahnya ikut tampil di beberapa sinetron hingga ke layar lebar, meski kadang hanya tampil sebagai figuran.

Penampilannya yang serba cuek itu ternyata sejalan dengan pola pikirnya yang apa adanya. Sebab, menurutnya, apa yang diraihnya saat ini adalah berkat pola pikir yang apa adanya itu. Ia menyebut bahwa kesuksesannya didapat tanpa rencana, semua mengalir begitu saja. Yang penting, adalah action dan berusaha total, dalam menggeluti apa saja.


Totalitas Bob memang patut diacungi jempol, apalagi mengingat lika-liku jalan hidup yang telah ditempuhnya. Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933 yang hanya lulusan SMA ini pernah mengenyam profesi dari sopir taksi hingga kuli bangunan untuk sekadar bertahan hidup.

Saat masa sulitnya, ia pernah hampir depresi. Tapi, ketika itu seorang temannya mengajaknya memelihara ayam. Dari sanalah ia kemudian terinspirasi, bahwa kalau ayam saja bisa memperjuangkan hidup, bisa mencapai target berat badan, dan bertelur, tentunya manusia juga bisa. Itulah yang kemudian mengawali langkahnya untuk berwirausaha. Ia pun kemudian memutuskan untuk makin menekuni usaha ternak ayam.

Pada awalnya, ia menjual telur beberapa kilogram per hari bersama istrinya. Mereka menjual telur itu awalnya dari pintu ke pintu. Dan, dengan ketekunan dan kemampuannya menjaga hubungan baik, telurnya makin laris. Dari sanalah kemudian usahanya terus bergulir. Dari hanya menjual telur, ia lantas menjual aneka bahan makanan. Itulah yang akhirnya menjadi cikal bakal supermarket Kemchick miliknya. Ia kemudian juga merambah agribisnis khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur untuk dijual pada orang asing seperti orang Jepang dan Eropa. Hubungan baik dengan orang-orang asing inilah yang kemudian makin membesarkan usahanya hingga ia akhirnya juga memiliki usaha daging olahan Kemfoods.

Dalam menjalankan setiap usahanya, Bob selalu menyebut dirinya tak punya kunci sukses. Sebab, ia percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diimbangi kegagalan, peras keringat, dan bahkan jungkir balik. Menurutnya, uang adalah prioritas nomor sekian, yang penting adalah kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menciptakan kesempatan dan berani mengambil peluang.

Bob menyebut, kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak berpikir membuat rencana sehingga tidak segera melangkah. Ia mengatakan bahwa ketika orang hanya membuat rencana, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain, muncullah sifat arogan. Padahal, intinya sebenarnya sederhana saja, lakukan dan selalu dengarkan saran dan keluhan pelanggan. Bob membuktikan sendiri, ia yang hanya bermodal nekad, tapi berlandaskan niat dan keyakinan, serta kerja keras pantang menyerah, tanpa teori sukses ia pun bisa jadi seperti sekarang.

Sukses itu bukan teori. Namun didapat dari perjuangan dan kerja keras, serta dilandasi keyakinan kuat untuk mewujudkan cita-cita. Bob Sadino adalah contoh nyata bahwa setiap orang bisa sukses asal mau membayar ”harga” dengan perjuangan tanpa henti.

Sumber : http://yukbisnis.com

Read More......

Pengembangan Diri

Sebelum terjun kedunia penjualan, seorang calon pengusaha atau penjual harus terlebih dahulu yakin, bahwa dirinya mampu untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Ia harus memiliki kepercayaan diri yang besar untuk dapat berkomunikasi dengan orang banyak dan sanggup mempengaruhi orang lain untuk membeli produknya melalui teknik-teknik pendekatan yang jitu.


Oleh karena itu, untuk bisa menjadi pengusaha atau
penjual, diperlukan kualitas atau nilai-nilai tertentu. Yang pertama
sekali adalah inisiatif. Ini mutlak diperlukan, karena kondisi
seorang pengusaha atau penjual berbeda dengan kondisi seorang
karyawan. Aktivitas seorang karyawan ditentukan, diarahkan dan
digerakkan oleh atasannya. Sehingga, bila suatu waktu yang
bersangkutan merasa malas, bingung atau tidak tahu apa yang harus
dilakukan, maka atasannya itulah yang akan memberikan pengarahan dan
dorongan untuk bekerja.

Pengusaha dilain pihak, adalah orang yang bebas. Tidak
ada siapa pun yang akan memerintahkannya bekerja, mengarahkan atau
membimbing. Jika ia tidak bergairah mengerjakan sesuatu dan memilih
bermalas-malas, tidak ada yang akan melarang. Namun risikonya, ia
mungkin akan kekurangan penghasilan atau bahkan tidak mendapatkannya
sama sekali. Oleh sebab itu, hanya inisiatiflah yang merupakan
andalan satu-satunya bagi para pengusaha dan penjual, agar mereka
bisa bekerja secara aktif mencari pelanggan dan mendapatkan order.
Inisiatif yang murni datang dari dalam diri sendiri berperan sebagai
atasan bagi mereka yang berwiraswasta. Aktif, dalam arti "jemput
bola", ditambah dengan inisiatif yang bersifat progresif, pada
akhirnya akan membentuk seseorang menjadi proaktif.

Yang kedua adalah kegigihan. Semua kesuksesan datang
sebagai hasil sebuah kegigihan. Charles Albert Poissant dalam
bukunya "How To Think Like A Millionaire" menandaskan bahwa hanya
kegigihanlah yang menjamin sebuah keberhasilan. Bukan bakat, karena
kenyataannya begitu banyak orang berbakat yang tidak bisa sukses.
Kejeniusan juga bukan faktor penjamin, karena orang jenius yang tidak
berhasil juga amat banyak. Begitupun pendidikan, fakta berbicara
bahwa dimana-mana terdapat orang berpendidikan yang hidupnya
terlantar. Keterampilan ? Sama saja. Sangat sedikit dari mereka
yang trampil bisa mencuat kepermukaan. Hanya kegigihan dan keuletan
yang tidak lain merupakan bagian dari leadership !

Sebagaimana telah disinggung berulang-ulang pada bab-bab
sebelumnya, orang yang gigih, ulet, proaktif, tidak akan jera hanya
karena sebuah kegagalan. Kegagalan hanyalah sebuah unsur yang lumrah
terdapat didalam sebuah proses panjang menuju keberhasilan. Setiap
orang yang ingin maju, harus melalui persyaratan mutlak ini, laluilah
serangkaian kegagalan terlebih dahulu, bangkit kembali dan maju
terus. Ingatlah selalu proses jatuh bangunnya seorang anak kecil
yang belajar berjalan, sebelum yang bersangkutan mampu berdiri dengan
baik, dan berlari-lari dengan cekatan. Ingat juga bagaimana usaha
seseorang yang ingin belajar mengendarai sepeda, dimana ia harus
mengalami kejatuhan berkali-kali, sebelum menjadi mahir.

Nilai ketiga adalah ketekunan. Sering terjadi bahwa
orang yang sebenarnya potensial untuk maju, akhirnya gagal mencapai
cita-cita, karena tidak menyadari bahwa ketekunan merupakan salah
satu syarat mutlak. Mengapa ? Karena, merintis usaha dan karir
dalam hidup ini, tidak ubahnya seperti pekerjaan seorang wanita
perajut yang ingin membuat tenunan kain panjang dari jalinan benang,
helai demi helai mempergunakan keterampilan tangan. Kalau ia tidak
memiliki ketekunan yang memadai, cepat bosan dan putus asa, maka
sampai kapan pun kain tenunannya tidak akan selesai. Begitu pun
dengan usaha. Pekerjaan hari demi hari, yang belum kelihatan sama
sekali hasilnya untuk waktu yang cukup lama, bukanlah berarti tidak
akan menghasilkan apa-apa dimasa depan.

Satu hari demi satu hari yang dilalui, merupakan sehelai
benang yang disusul dengan sehelai lainnya untuk membentuk sebuah
tenunan kain, yang baru kelihatan bentuknya nanti, setelah beberapa
lama waktu berjalan. Kesabaran yang tinggi disertai keyakinan kuat,
amat diperlukan. Jangan cepat jemu. Kejemuan akan segera
menyebabkan seseorang menghentikan pekerjaan yang sedang digeluti
untuk kemudian mengubah rencana beralih ke pekerjaan lainnya.
Sayangnya, semua perjalanan karir akan memberikan suka-duka yang
sama. Tidak ada kesuksesan yang datang hanya dalam waktu sekejap.
Orang yang tidak tekun, tidak sabar, akan segera mengalihkan rencana
kerjanya lagi dan lagi, begitu ia mendapat kenyataan bahwa suatu
usaha tidak mendatangkan kemajuan yang berarti setelah beberapa waktu
lamanya. Ia akan menganggap bahwa dirinya telah salah pilih.
Akibatnya, walau memang bekerja keras, ternyata ia tidak pernah
mencapai garis finish, karena selalu berputar-putar dari satu bidang
usaha kebidang lainnya.

Read More......